Sudah tiga hari sejak kamis, jumat dan senin ini mereka bolak-balik dari Kapuk ke Wisma BNI 46. Sepertinya mereka disibukkan oleh suatu urusan yang kelihatan begitu penting buat mereka.Di dalam busway yang tetap melaju tanpa halangan tiba-tiba terdengar tawaan lirih…”hahaa….penyamaran” baru lelaki yang perutnya lumayan besar dan perawakan gempal berkata kepada temannya. Lelaki gempal itu bernama Prop Bring.
“Penyamaran?” sahut Prop Voerbach sedikit aneh sembari menyerngitkan keningnya. Prop Bring hanya tersenyum sesaat , namun kemudian dia berkata :”BAPA kita RAJA segala RAJA, lahir di kandang domba dan DIA menyamar”. Sesaat kemudian mereka berdua tertawa sambil menahan bahak-bahaknya karena sesaknya penumpang. Mereka tertawa karena mereka memahami sisi lain dari kelahrian BAPA mereka YESUS KRISTUS. Dan mereka menghubungkan penyamaran ini dengan apa yang mereka lakukan beberapa hari ini.
Memang mereka menyamar selama tiga hari ini sebagai orang-orang konsultan yang besar dan terkenal. Pakaian necis, sisiran rapi, dengan tutur bahasa yang penuh attitude. Minum di suatu restoran yang bisa dikatakan bergengsi sambil membicarakan bisnis pertambangan batubara dengan kepercayaan diri yang tinggi. Wah pokoknya jika dilihat maka akan muncul di benak kita:”Mereka ini adalah eksekutif muda” istilah masa kini ya pengusaha mudalah.
Taklama kemudian terdengar bunyi :”Pemberhentian selanjutnya halte Jembatan Gantung”……mereka pun senyum karena mereka kembali harus mengganti penyamaran mereka sebagai orang-orang yang bodoh bagi dunia namun penuh kasih. Perlahan mereka melangkah menuju pangkalan ojek. Ojek melaju dengan senyuman sang pengemudinya karena mendapatkan rejeki atas dua orang penumpang yang bersemangat dan muda. Mungkin di benak pak ojek “wah lumayan dapat rejeki lagi untuk makan istri dan anak”.
“Disini pak” sahut Prop Voerbach dan sesat turun dari ojek sembari mengambil uang Rp.5.000 dua lembar untuk membayar ongkos ojek mereka. Kemudian melangkah memasuki gerbang rumah. Sesaat setelah masuk ke gerbang rumah Prop Voerbach tersenyum melihat istri tercinta mengajar murid-murid Prop Bring.
Setelah melepas lelah dan menahan rindu pada anak-anak kelas 3 SMP (Josua,Andy, Levi,David,Santo,Julian,Novita, Ester,Syntia, dan Yuni) karena mereka telah pulang dan menunggu penggantian jadwal keesokan harinya. Akhirnya Prop Voerbach mengajar kelas 1 SMA di ruangan samping rumahnya. Tak terasa 1,5 jam pun berlalu.
Selesai melakukan tugas Prop Voerbach menikmati kopi bersama saudaranya Prop Bring di ruang tengah sambil menembaki seorang lelaki lucu yang baru ditahirkan malam kemarin dengan Firman-Firman yang tajam.
Nah memang BAPA ROH KUDUS begitu sayang kepada kedua anaknya yang bandel ini (PV dan PB). Saking sayangnya mereka dihadiahi Firman untuk lebih mengerti akan arti penyamaran itu.
Inilah FirmanNYA I Korintus 9:20-22
Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum TUHAN, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.
Akhirnya Prop Voerbach dan Prop Bring tertawa terbahak-bahak sambil berkata “BAIK BUANGAAATTTTTT BAPA ROH KUDUS”…….ternyata dalam memberi jawab memang kita harus mengatakan “ya jika ya, dan tidak jika tidak (Matius 5:37) tetapi dalam bergerak memang perlu penyamaran……sekali lagi BAPA juga menyamar dengan lahir di kandang domba….
Segala Puji dan Hormat bagi YESUS KRISTUS. Amin


